CABANG OLAHRAGA ATLETIK
LARI 100 METER

KELOMPOK 3
JURUSAN PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2019
A. Pengertian
Lari 100 Meter
Lari jarak pendek
(Sprint) adalah semua jenis lari yang menempuh jarak 400 m ke bawah (Tamsir
Riyadi, 1982 : 21), ahli lain menyebutkan bahwa lari jarak pendek sebagai salah
satu cabang lomba mencakup semua jarak hingga 400 m (Gerry A. Carr, 1997 : 13).
Adapun Aip Saripudin (1997) menjelaskan bahwa pengertian lari 100 meter adalah suatu lari dimana
si atlit menempuh suatu jarak dengan kecepatan maksimal
Pandangan tentang lari jarak pendek (sprin) dari beberapa
pakar di atas secara substansional memahami lari 100 meter sebagai suatu
aktivitas fisik (berlari) yang dilaksanakan dengan menggunakan kecepatan tinggi
tentu saja agar seorang atlit dapat berlari dengan kekuatan dan kecepatan yang
maksimal, atlit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan bakat atau panjang
tungkai yang dimilikinya. Akan tetapi seorang atlit butuh waktu yang cukup
panjang untuk berkonsentrasi dan melatih diri. Dalam berlatih itupun seorang
atlit tidak bisa hanya berkonsentrasi pada satu jenis kondisi saja, akan tetapi
harus memperhatikan beberapa faktor yang memungkinkan kecepatan tersebut dapat
tercapai. Tamsir Riyadi (1982) dalam hal ini mengemukakan beberapa faktor
penting yang perlu mendapatkan perhatian untuk dilatih, sehingga natinya atlit
mampu berlari dengan kemampuan maksimal antara lain: speed (Kecepatan), Power
(Daya Ledak Otot), Strength (Kekuatan), Coordination (Koordinasi Gerakan),
Flexibility (Kelenturan), Agility (Kelincahan) dan stamina
B. Tujuan dan Manfaat Lari 100
meter
Seharian berkutat dengan
pekerjaan kantor akan membuat badan dan pikiran kita lelah. Belum lagi,
kurangnya suplai gizi dari makanan yang kita konsumsi sehari - hari. Fast food
pun jadi andalan bagi sebagian kaum urban untuk menolak lapar. Pizza, fried
chicken, spagetti dll pun tanpa disadari mengundang bahaya “kolesterol” dan
menumpuk di tubuh kita. Untuk menanggulanginya, kita bisa mulai melakukan pola
hidup sehat dengan mengontrol makanan yang kita konsumsi dan berolahraga.
Olaharga yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat adalah lari. Dengan hanya bermodal
handuk, sepatu lari, dan air mineral, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat
sekaligus bagi tubuh dan pikiran kita. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita
rasakan dengan olahraga lari 100 meter adalah :
1. Menurunkan
Berat Badan
Olahraga lari merupakan
salah satu cara instan dalam membakar kalori yang mengendap di dalam tubuh.
Mengapa? karena dengan olahraga lari tubuh kita “dipaksa” untuk membakar banyak
kalori. Indikatornya adalah banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain
itu, lari dapat membantu wanita untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tentunya
semua itu juga harus diimbangi dengan diet yang seha
2. Memperbaiki
kadar gula darah
Sangat dianjurkan bagi
pasien penderita diabetes karena dapat meningkatkan toleransi glukosa.
3. Baik untuk
jantung
Jantung anda akan tetap
sehat jika rutin melakukan olahraga lari. Selain itu lari juga membantu
memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
4. Mengurangi
Stres
Tentunya ini berlaku
jika anda berlari di luar ruangan, bukan di dalam ruangan / tempat fitness.
Dengan melihat pemandangan alam yang eksotis akan membuat perasaan bahagia dan
senang.
5. Membantu
Konsentrasi
Banyak yang meyakini
jika lari=meditasi karena anda akan dituntut berkonsentrasi pada jalan yg
sebelumnya telah dilewa
C. Teknik lari 100 meter
Semua orang yang dalam kondisi normal pasti
akan mampu berlari. Dengan demikian, lari sekilas nampak bukan sesuatu yang
sulit untuk dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini,
tentu akan mengerti bahwa lari dengan baik tidak semudah seperti yang biasa kita lakukan.
Di dalam olahraga lari, khususnya lari jarak
pendek, kita harus bisa mengetahui dengan baik teknik dalam berlari. Hal ini
bertujuan agar tenaga yang dihasilkan pada otot tungkai bisa optimal. Selain
itu, kita bisa menjaga keseimbangan dan juga meminimalisir hambatan angin yang
akan datang pada saat kita berlari. Namun yang paling utama adalah, dengan
mengetahui teknik berlari secara baik kita bisa mencegah cedera yang mungkin terjadi.
Didalam berlari ada tiga proses yang harus
diperhatikan. Ketiga proses tersebut adalah pada saat bersiap atau start,
teknik saat berlari dan yang terakhir adalah teknik pada saat kita memasuki
garis finis. Ketiganya harus bisa dilakukan secara tepat agar bisa meraih hasil
optimal ketika kita melakukan lari jarak pendek.
Secara lebih detail akan dijabarkan seperti
berikut ini.
1. Teknik Start
Pada saat start yang perlu diperhatikan adalah
posisi atlet di belakang garis start. Yang harus dilakukan adalah dengan
menempatkan badanpada papan tumpuan. Di sini, atlet lari harus dalam posisi
jongkok, dimana kedua lengan dalam posisi lurus yang vertikal. Sementara kedua
tangan ditumpukan pada bagian tanah yang sejajar dengan garis start.
Seorang wasit akan memberikan aba-aba sebelum
peserta berlari. Ketika wasit meneriakkan kata “Siap” pelari segera mengangkat
bagian panggul sedikit ke bagian atas. Pada posisi ini, bagian panggul akan
berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bahu serta kepala. Yang tidak
boleh dilupakan adalah, pada saat ini konsentrasi harus terpasang
penuh untuk mendengarkan aba-aba lanjutan dari wasit.
Dan ketika wasit sudah meneriakkan kata “Ya”
atau dengan menggunakan alat bantu seperti “pistol”, maka pelari harus langsung
menghentakkan bagian kaki yang berada di papan tolak. Pada saat ini, pelari
harus mampu menghasilkan gerakan eksplosif guna mendorong pelari agar bisa
mencapai garis finish secepat mungkin.
2. Teknik Berlari
Pada saat berlari, atlet harus memperhatikan
koordinasi ayunan lengandengan gerakan bagian
tungkai. Posisi lengan harus terayun dengan posisi ditekuk 90 derajat. Ayunan
harus mencapai bagian depan atau sedikit di bawah bagian dagu.
Sementara untuk tungkai diayunkan, harus
terayun dengan sempurna. Yaitu ayunan bagian terdepan diangkat hingga
bagian paha.
3. Teknik Masuk Finish
Posisi saat masuk finis akan memiliki peran
penting mengingat pada lari jarak pendek selisih antar pelari sangat tipis.
Ketika masuk finish, seorang pelari sebaiknya memosisikan diri dengan badan
yang sedikit tegak dan pada bagian dada dibusungkan. Hal ini sebagai cara agar
bagian tubuh pelari bisa lebih cepat terekam kamera di garis finish yang juga digunakan sebagai alat bantu
untuk menentukan pemenang lomba.
D. Tes Kecepatan Lari Sprint 100
Meter
Tes kecepatan lari sprint 100
meter diukur dengan menggunakan tes lari sejauh 100 meter. Adapun prosedur
pelaksanaan tes kecepatan lari sprint 100 meter adalah sebagai berikut :
a. Alat dan
perlengkapan :
1) stopwatch.
2) blangko dan
alat tulis.
3) lintasan lari.
b. Pelaksanaan
tes: teste coba berdiri dibelakang start, dengan sikap start jongkok.
Pada aba-aba “bersedia”, teste mulai menempatkan kakinya dibelakang garis start
dengan posisi yang tepat. Bila ada aba-aba “siap”, teste mulai mencondongkan
badannya kedepan sehingga berat badan berada di depan. Setelah terdengar bunyi
aba-aba “ya” maka teste berlari secepat mungkin sampai menempuh jarak sejauh
100 meter.
c. Penilaian: diambil waktu tempuh
terbaik dalam melakukan lari sejauh 100 meter. Hasil dari tes kecepatan lari sprint
100 meter dinyatakan dengan satuan detik (s).
Pada jarak 100 meter
ini diambil waktu tempuh dari beberapa jarak, yaitu pada jarak 30 meter dan 60
meter. Pada setiap jarak 30 meter dan 60 meter ini diberi pencatat waktu atau
timer. Pengambilan waktu pada jarak 30 meter dan 60 meter ini juga untuk
mengetahui apakah waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan juga
memiliki hubungan dengan beberapa jarak tersebut. Adapun desain pengambilan
data tes kecepatan lari sprint 100 meter dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar