Rabu, 24 April 2019

TES DAN PENGUKURAN CABOR ATLETIK : LARI 100 METER


TES DAN PENGUKURAN
CABANG OLAHRAGA ATLETIK
LARI 100 METER

images.jpg
KELOMPOK 3




JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2019

A.  Pengertian Lari 100 Meter
Lari jarak pendek (Sprint) adalah semua jenis lari yang menempuh jarak 400 m ke bawah (Tamsir Riyadi, 1982 : 21), ahli lain menyebutkan bahwa lari jarak pendek sebagai salah satu cabang lomba mencakup semua jarak hingga 400 m (Gerry A. Carr, 1997 : 13). Adapun Aip Saripudin (1997) menjelaskan bahwa pengertian lari 100 meter adalah suatu lari dimana si atlit menempuh suatu jarak dengan kecepatan maksimal
Pandangan tentang lari jarak pendek (sprin) dari beberapa pakar di atas secara substansional memahami lari 100 meter sebagai suatu aktivitas fisik (berlari) yang dilaksanakan dengan menggunakan kecepatan tinggi tentu saja agar seorang atlit dapat berlari dengan kekuatan dan kecepatan yang maksimal, atlit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan bakat atau panjang tungkai yang dimilikinya. Akan tetapi seorang atlit butuh waktu yang cukup panjang untuk berkonsentrasi dan melatih diri. Dalam berlatih itupun seorang atlit tidak bisa hanya berkonsentrasi pada satu jenis kondisi saja, akan tetapi harus memperhatikan beberapa faktor yang memungkinkan kecepatan tersebut dapat tercapai. Tamsir Riyadi (1982) dalam hal ini mengemukakan beberapa faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian untuk dilatih, sehingga natinya atlit mampu berlari dengan kemampuan maksimal antara lain: speed (Kecepatan), Power (Daya Ledak Otot), Strength (Kekuatan), Coordination (Koordinasi Gerakan), Flexibility (Kelenturan), Agility (Kelincahan) dan stamina
B. Tujuan dan Manfaat Lari 100 meter
Seharian berkutat dengan pekerjaan kantor akan membuat badan dan pikiran kita lelah. Belum lagi, kurangnya suplai gizi dari makanan yang kita konsumsi sehari - hari. Fast food pun jadi andalan bagi sebagian kaum urban untuk menolak lapar. Pizza, fried chicken, spagetti dll pun tanpa disadari mengundang bahaya “kolesterol” dan menumpuk di tubuh kita. Untuk menanggulanginya, kita bisa mulai melakukan pola hidup sehat dengan mengontrol makanan yang kita konsumsi dan berolahraga. Olaharga yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat adalah lari. Dengan hanya bermodal handuk, sepatu lari, dan air mineral, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus bagi tubuh dan pikiran kita. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita rasakan dengan olahraga lari 100 meter adalah :
1.      Menurunkan Berat Badan
Olahraga lari merupakan salah satu cara instan dalam membakar kalori yang mengendap di dalam tubuh. Mengapa? karena dengan olahraga lari tubuh kita “dipaksa” untuk membakar banyak kalori. Indikatornya adalah banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain itu, lari dapat membantu wanita untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tentunya semua itu juga harus diimbangi dengan diet yang seha
2.      Memperbaiki kadar gula darah
Sangat dianjurkan bagi pasien penderita diabetes karena dapat meningkatkan toleransi glukosa.
3.      Baik untuk jantung
Jantung anda akan tetap sehat jika rutin melakukan olahraga lari. Selain itu lari juga membantu memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
4.      Mengurangi Stres
Tentunya ini berlaku jika anda berlari di luar ruangan, bukan di dalam ruangan / tempat fitness. Dengan melihat pemandangan alam yang eksotis akan membuat perasaan bahagia dan senang.
5.      Membantu Konsentrasi
Banyak yang meyakini jika lari=meditasi karena anda akan dituntut berkonsentrasi pada jalan yg sebelumnya telah dilewa
C. Teknik lari 100 meter
Semua orang yang dalam kondisi normal pasti akan mampu berlari. Dengan demikian, lari sekilas nampak bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini, tentu akan mengerti bahwa lari dengan baik tidak semudah seperti yang biasa kita lakukan.
Di dalam olahraga lari, khususnya lari jarak pendek, kita harus bisa mengetahui dengan baik teknik dalam berlari. Hal ini bertujuan agar tenaga yang dihasilkan pada otot tungkai bisa optimal. Selain itu, kita bisa menjaga keseimbangan dan juga meminimalisir hambatan angin yang akan datang pada saat kita berlari. Namun yang paling utama adalah, dengan mengetahui teknik berlari secara baik kita bisa mencegah cedera yang mungkin terjadi.
Didalam berlari ada tiga proses yang harus diperhatikan. Ketiga proses tersebut adalah pada saat bersiap atau start, teknik saat berlari dan yang terakhir adalah teknik pada saat kita memasuki garis finis. Ketiganya harus bisa dilakukan secara tepat agar bisa meraih hasil optimal ketika kita melakukan lari jarak pendek.
Secara lebih detail akan dijabarkan seperti berikut ini.
1. Teknik Start
Pada saat start yang perlu diperhatikan adalah posisi atlet di belakang garis start. Yang harus dilakukan adalah dengan menempatkan badanpada papan tumpuan. Di sini, atlet lari harus dalam posisi jongkok, dimana kedua lengan dalam posisi lurus yang vertikal. Sementara kedua tangan ditumpukan pada bagian tanah yang sejajar dengan garis start.
Seorang wasit akan memberikan aba-aba sebelum peserta berlari. Ketika wasit meneriakkan kata “Siap” pelari segera mengangkat bagian panggul sedikit ke bagian atas. Pada posisi ini, bagian panggul akan berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bahu serta kepala. Yang tidak boleh dilupakan adalah, pada saat ini konsentrasi harus terpasang penuh untuk mendengarkan aba-aba lanjutan dari wasit.
Dan ketika wasit sudah meneriakkan kata “Ya” atau dengan menggunakan alat bantu seperti “pistol”, maka pelari harus langsung menghentakkan bagian kaki yang berada di papan tolak. Pada saat ini, pelari harus mampu menghasilkan gerakan eksplosif guna mendorong pelari agar bisa mencapai garis finish secepat mungkin.
2. Teknik Berlari
Pada saat berlari, atlet harus memperhatikan koordinasi ayunan lengandengan gerakan bagian tungkai. Posisi lengan harus terayun dengan posisi ditekuk 90 derajat. Ayunan harus mencapai bagian depan atau sedikit di bawah bagian dagu.
Sementara untuk tungkai diayunkan, harus terayun dengan sempurna. Yaitu ayunan bagian terdepan diangkat hingga bagian paha.
3. Teknik Masuk Finish
Posisi saat masuk finis akan memiliki peran penting mengingat pada lari jarak pendek selisih antar pelari sangat tipis. Ketika masuk finish, seorang pelari sebaiknya memosisikan diri dengan badan yang sedikit tegak dan pada bagian dada dibusungkan. Hal ini sebagai cara agar bagian tubuh pelari bisa lebih cepat terekam kamera di garis finish yang juga digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan pemenang lomba.


D. Tes Kecepatan Lari Sprint 100 Meter
Tes kecepatan lari sprint 100 meter diukur dengan menggunakan tes lari sejauh 100 meter. Adapun prosedur pelaksanaan tes kecepatan lari sprint 100 meter adalah sebagai berikut :
a. Alat dan perlengkapan :
1) stopwatch.
2) blangko dan alat tulis.
3) lintasan lari.

b. Pelaksanaan tes: teste coba berdiri dibelakang start, dengan sikap start jongkok. Pada aba-aba “bersedia”, teste mulai menempatkan kakinya dibelakang garis start dengan posisi yang tepat. Bila ada aba-aba “siap”, teste mulai mencondongkan badannya kedepan sehingga berat badan berada di depan. Setelah terdengar bunyi aba-aba “ya” maka teste berlari secepat mungkin sampai menempuh jarak sejauh 100 meter.
c. Penilaian: diambil waktu tempuh terbaik dalam melakukan lari sejauh 100 meter. Hasil dari tes kecepatan lari sprint 100 meter dinyatakan dengan satuan detik (s).
Pada jarak 100 meter ini diambil waktu tempuh dari beberapa jarak, yaitu pada jarak 30 meter dan 60 meter. Pada setiap jarak 30 meter dan 60 meter ini diberi pencatat waktu atau timer. Pengambilan waktu pada jarak 30 meter dan 60 meter ini juga untuk mengetahui apakah waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan juga memiliki hubungan dengan beberapa jarak tersebut. Adapun desain pengambilan data tes kecepatan lari sprint 100 meter dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar