Rabu, 24 April 2019

POWERPOINT CABOR ATLETIK : LARI 100
POWERPOINT TES KELINCAHAN (AGILITY)

TES DAN PENGUKURAN CABOR ATLETIK : LARI 100 METER


TES DAN PENGUKURAN
CABANG OLAHRAGA ATLETIK
LARI 100 METER

images.jpg
KELOMPOK 3




JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2019

A.  Pengertian Lari 100 Meter
Lari jarak pendek (Sprint) adalah semua jenis lari yang menempuh jarak 400 m ke bawah (Tamsir Riyadi, 1982 : 21), ahli lain menyebutkan bahwa lari jarak pendek sebagai salah satu cabang lomba mencakup semua jarak hingga 400 m (Gerry A. Carr, 1997 : 13). Adapun Aip Saripudin (1997) menjelaskan bahwa pengertian lari 100 meter adalah suatu lari dimana si atlit menempuh suatu jarak dengan kecepatan maksimal
Pandangan tentang lari jarak pendek (sprin) dari beberapa pakar di atas secara substansional memahami lari 100 meter sebagai suatu aktivitas fisik (berlari) yang dilaksanakan dengan menggunakan kecepatan tinggi tentu saja agar seorang atlit dapat berlari dengan kekuatan dan kecepatan yang maksimal, atlit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan bakat atau panjang tungkai yang dimilikinya. Akan tetapi seorang atlit butuh waktu yang cukup panjang untuk berkonsentrasi dan melatih diri. Dalam berlatih itupun seorang atlit tidak bisa hanya berkonsentrasi pada satu jenis kondisi saja, akan tetapi harus memperhatikan beberapa faktor yang memungkinkan kecepatan tersebut dapat tercapai. Tamsir Riyadi (1982) dalam hal ini mengemukakan beberapa faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian untuk dilatih, sehingga natinya atlit mampu berlari dengan kemampuan maksimal antara lain: speed (Kecepatan), Power (Daya Ledak Otot), Strength (Kekuatan), Coordination (Koordinasi Gerakan), Flexibility (Kelenturan), Agility (Kelincahan) dan stamina
B. Tujuan dan Manfaat Lari 100 meter
Seharian berkutat dengan pekerjaan kantor akan membuat badan dan pikiran kita lelah. Belum lagi, kurangnya suplai gizi dari makanan yang kita konsumsi sehari - hari. Fast food pun jadi andalan bagi sebagian kaum urban untuk menolak lapar. Pizza, fried chicken, spagetti dll pun tanpa disadari mengundang bahaya “kolesterol” dan menumpuk di tubuh kita. Untuk menanggulanginya, kita bisa mulai melakukan pola hidup sehat dengan mengontrol makanan yang kita konsumsi dan berolahraga. Olaharga yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat adalah lari. Dengan hanya bermodal handuk, sepatu lari, dan air mineral, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus bagi tubuh dan pikiran kita. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita rasakan dengan olahraga lari 100 meter adalah :
1.      Menurunkan Berat Badan
Olahraga lari merupakan salah satu cara instan dalam membakar kalori yang mengendap di dalam tubuh. Mengapa? karena dengan olahraga lari tubuh kita “dipaksa” untuk membakar banyak kalori. Indikatornya adalah banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain itu, lari dapat membantu wanita untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tentunya semua itu juga harus diimbangi dengan diet yang seha
2.      Memperbaiki kadar gula darah
Sangat dianjurkan bagi pasien penderita diabetes karena dapat meningkatkan toleransi glukosa.
3.      Baik untuk jantung
Jantung anda akan tetap sehat jika rutin melakukan olahraga lari. Selain itu lari juga membantu memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
4.      Mengurangi Stres
Tentunya ini berlaku jika anda berlari di luar ruangan, bukan di dalam ruangan / tempat fitness. Dengan melihat pemandangan alam yang eksotis akan membuat perasaan bahagia dan senang.
5.      Membantu Konsentrasi
Banyak yang meyakini jika lari=meditasi karena anda akan dituntut berkonsentrasi pada jalan yg sebelumnya telah dilewa
C. Teknik lari 100 meter
Semua orang yang dalam kondisi normal pasti akan mampu berlari. Dengan demikian, lari sekilas nampak bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini, tentu akan mengerti bahwa lari dengan baik tidak semudah seperti yang biasa kita lakukan.
Di dalam olahraga lari, khususnya lari jarak pendek, kita harus bisa mengetahui dengan baik teknik dalam berlari. Hal ini bertujuan agar tenaga yang dihasilkan pada otot tungkai bisa optimal. Selain itu, kita bisa menjaga keseimbangan dan juga meminimalisir hambatan angin yang akan datang pada saat kita berlari. Namun yang paling utama adalah, dengan mengetahui teknik berlari secara baik kita bisa mencegah cedera yang mungkin terjadi.
Didalam berlari ada tiga proses yang harus diperhatikan. Ketiga proses tersebut adalah pada saat bersiap atau start, teknik saat berlari dan yang terakhir adalah teknik pada saat kita memasuki garis finis. Ketiganya harus bisa dilakukan secara tepat agar bisa meraih hasil optimal ketika kita melakukan lari jarak pendek.
Secara lebih detail akan dijabarkan seperti berikut ini.
1. Teknik Start
Pada saat start yang perlu diperhatikan adalah posisi atlet di belakang garis start. Yang harus dilakukan adalah dengan menempatkan badanpada papan tumpuan. Di sini, atlet lari harus dalam posisi jongkok, dimana kedua lengan dalam posisi lurus yang vertikal. Sementara kedua tangan ditumpukan pada bagian tanah yang sejajar dengan garis start.
Seorang wasit akan memberikan aba-aba sebelum peserta berlari. Ketika wasit meneriakkan kata “Siap” pelari segera mengangkat bagian panggul sedikit ke bagian atas. Pada posisi ini, bagian panggul akan berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bahu serta kepala. Yang tidak boleh dilupakan adalah, pada saat ini konsentrasi harus terpasang penuh untuk mendengarkan aba-aba lanjutan dari wasit.
Dan ketika wasit sudah meneriakkan kata “Ya” atau dengan menggunakan alat bantu seperti “pistol”, maka pelari harus langsung menghentakkan bagian kaki yang berada di papan tolak. Pada saat ini, pelari harus mampu menghasilkan gerakan eksplosif guna mendorong pelari agar bisa mencapai garis finish secepat mungkin.
2. Teknik Berlari
Pada saat berlari, atlet harus memperhatikan koordinasi ayunan lengandengan gerakan bagian tungkai. Posisi lengan harus terayun dengan posisi ditekuk 90 derajat. Ayunan harus mencapai bagian depan atau sedikit di bawah bagian dagu.
Sementara untuk tungkai diayunkan, harus terayun dengan sempurna. Yaitu ayunan bagian terdepan diangkat hingga bagian paha.
3. Teknik Masuk Finish
Posisi saat masuk finis akan memiliki peran penting mengingat pada lari jarak pendek selisih antar pelari sangat tipis. Ketika masuk finish, seorang pelari sebaiknya memosisikan diri dengan badan yang sedikit tegak dan pada bagian dada dibusungkan. Hal ini sebagai cara agar bagian tubuh pelari bisa lebih cepat terekam kamera di garis finish yang juga digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan pemenang lomba.


D. Tes Kecepatan Lari Sprint 100 Meter
Tes kecepatan lari sprint 100 meter diukur dengan menggunakan tes lari sejauh 100 meter. Adapun prosedur pelaksanaan tes kecepatan lari sprint 100 meter adalah sebagai berikut :
a. Alat dan perlengkapan :
1) stopwatch.
2) blangko dan alat tulis.
3) lintasan lari.

b. Pelaksanaan tes: teste coba berdiri dibelakang start, dengan sikap start jongkok. Pada aba-aba “bersedia”, teste mulai menempatkan kakinya dibelakang garis start dengan posisi yang tepat. Bila ada aba-aba “siap”, teste mulai mencondongkan badannya kedepan sehingga berat badan berada di depan. Setelah terdengar bunyi aba-aba “ya” maka teste berlari secepat mungkin sampai menempuh jarak sejauh 100 meter.
c. Penilaian: diambil waktu tempuh terbaik dalam melakukan lari sejauh 100 meter. Hasil dari tes kecepatan lari sprint 100 meter dinyatakan dengan satuan detik (s).
Pada jarak 100 meter ini diambil waktu tempuh dari beberapa jarak, yaitu pada jarak 30 meter dan 60 meter. Pada setiap jarak 30 meter dan 60 meter ini diberi pencatat waktu atau timer. Pengambilan waktu pada jarak 30 meter dan 60 meter ini juga untuk mengetahui apakah waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan juga memiliki hubungan dengan beberapa jarak tersebut. Adapun desain pengambilan data tes kecepatan lari sprint 100 meter dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :





TES DAN PENGUKURAN KELOMPOK 3


 

























KATA PENGANTAR
            Assalamualaikum Wr. Wb.
         Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat,taufik dan hidayahNyalah penulis masih diberikan kesehatan maupun kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun banyak halangan dan rintangan yang penulis hadapi, Alhamdulillah penulis selalu tegar menghadapinya.
Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembuatan makalah ini. Penulis sangat menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dari segi materi kajian, pendekatan maupun cara penulisannya, untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan dari pembaca, agar kedepannya penulis dapat membuat makalah sebaik mungkin.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, teman-teman mahasiswa lainnya dan juga tentunya bermanfaat bagi penulis sendiri.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.










DAFTAR ISI
SAMPUL ……………………………………………………………………….
KATAPENGANTAR …………………………………………………………..
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………
BAB I : PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG ………………………………………………….
B.     RUMUSAN MASALAH ………………………………………...........
C.     TUJUAN ……………………………………………………………….
D.    MAMFAAT ……………………………………………………………
BAB II : PEMBAHASAN
A.    DEFINISI KELINCAHAN (AGILITY) ……………………………..
B.     JENIS – JENIS TES KELINCAHAN ……………………………….
C.     LATIHAN TES KELINCAHAN …………………………………….
D.    FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TES KELINCAHAN
BAB III : PENUTUP
A.    KESIMPULAN ………………………………………………………
B.     SARAN ………………………………………………………………
C.     BIODATA ……………………………………………………………
D.    DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………..







BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kelincahan cukup penting dalam melakukan suatu aktivitas. Semakin bertambah usia seseorang maka kemampuan psikomotornya akan semakin menurun. Sebagai contoh orang yang sudah memasuki usia tua mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Aspek psikomotorik berkaitan dengan keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Tujuan yang berkaitan dengan psikomotorik berkaitan dengan pencapaian keterampilan motorik (gerakan), memanipulasi benda atau objek atau kegiatan-kegiatan yang memerlukan koordinasi otot-otot atau syaraf dan anggota badan (Setyosari,2001).

Beberapa penelitian telah dilakukan di luar negeri untuk meneliti pengaruh usia terhadap kemampuan psikomotor tangan pekerja. Penelitian yang dilakukan oleh Arunkumar Pennathur, Luis Rene Contreras, Karina Arcaute, Winifred Dowling mengenai kemampuan psikomotor tangan menunjukan bahwa pekerja orang Mexico mempunyai kendala dalam melakukan aktivitas pekerjaannya, hal ini karena seiring bertambahnya usia.

Hasil pengujian psikomotor dibagi menjadi 3, yaitu specific responding, motor chaining, rule using. Dalam hal ini cleaning service lebih cenderung kepada hasil specific responding dan motor chaining yang lebih menekankan pada keterampilan yang bersifat tunggal dan gabungan dari dua keterampilan dasar yaitu ketepatan dan ketelitian.Terkait dengan keterampilan dasar.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja yg dilakukan dalam melakukan tes kelincahan ?
2.      Apa mamfaat dari tes kelincahan ?
3.      Macam macam latihan yg dilakukan dalam mengukur kelincahan?

C.     TUJUAN
1.      Untuk menjelaskan tentang definisi kelincahan
2.      Untuk menjelaskan hal hal yg mempengaruhi tes kelincahan
3.      Untuk mengetahui macam macam latihan kelincahan

D.    Mamfaat
1.      Mengkoordinasikan gerakan gerakan berganda
2.      Mempermudah penguasaan teknik tinggi
3.      Mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan











BAB II
PEMBAHASAN
A.    DEFINISI KELINCAHAN ( AGILITY )
Kelincahan berasal dari kata lincah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993 : 525) lincah berarti selalu bergerak, tidak dapat diam, tidak tenang, tidak tetap. Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) orang yang lincah adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya. Dan menurut Suharno HP (1983 : 28) mendefinisikan kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Dengan demikian dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat penulis simpulkan bahwa kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Kegunaan kelincahan sangat penting terutama olahraga beregu dan memerlukan ketangkasan. Suharno HP (1985 :33) mengatakan kegunaan kelincahan adalah untuk menkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, gerakan-gerakan efisien, efektif dan ekonomis serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.
            Kelincahan merupakan kemampuan untuk mengubah arah secara cepat     tanpa menimbulkan gangguan pada keseimbangan. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan jika ia dapat bergerak secara cepat sekaligus dapat mengubah arah secara cepat pula tanpa terganggu keseimbangannya. Beberapa orang dapat bergerak secara cepat tetapi mereka tidak dapat melakukan perubahan arah geraknya secara cepat, yang demikian tidak dapat dikatakan bahwa orang tersebut lincah.

Kelincahan merupakan salah satu komponen Kebugaran Jasmani, Pengertian kebugaran jasmani sendiri adalah kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk melakukan kerja, aktifitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktifitas lainnya

B.     JENIS JENIS TES KELINCAHAN
SHUTTLE RUN TEST
1-2b7d594268.png
 Kelincahan merupakan kemampuan untuk mengubah posisi tubuh atau gerakan tubuh dengan cepat ketika sedang bergarak cepat tanpa kehilangan keseimbangan atau kesadaran orientasi terhadap posisi tubuh.Dalam komponen kelincahan ini sudah termasuk unsur mengelak dengan cepat,mengubah posisi tubuh dengan cepat,bergerak lalu berhenti dan di lanjutkan dengan bergerak secepatnya .Kemampuan seperti  ini memerlukan koordinasi yang prima .Seorang atlet agar memiliki kelincahan ,yakni kemampuan untuk bergerak secepatnya dari satu titik ketitik lainya,kemudian secara tiba-tiba mengubah arah gerakan ,menghindari atau mengelilingi objek secepatnya memerlukan kecepatan .Untuk meningkatkan komponen kelincahan ini,takaran latihan tergantung tipe olahraga yang di gunakan dalam suatu suatu penelitian

TUJUAN  :untuk mengukur kelincahan seseorang dalam mengubah arah
Fasilitas/alat  :
a .Lintasan lari sepanjang 10 meter dengan kedua ujungnya di batasi oleh garis lurus ,lebar 1,2 m .Kedua   ujung lintasandibuat setengah lingkaran dengan jari-jari 30 cm untuk tempat balok
b .Balok kayu dua buah dengan ukuran 5×5×5 cm
c .Stop watch
d .Blanko/kertas
e .Pinsil /pulpen
Petugas

a .Starter (pemberi tanda aba-aba start)
b .Beberapa orangpengambil waktu sesuai kebutuhan
c .Pengawas satu orang
d .Pencatat skor satu orang
 Pelaksanaan : peserta tes  berdiri di belakang garis start. Bersamaan aba- aba “ YA stop watch di jalankan peserta tes segera berlari menuju garis batas untuk mengambil dan memindahkanbalok pertama setengah lingkaran yang berada pada garis start

Penilaian  : waktu terbaik dari dua kali kesempatan dicatat sebagai hasil akhir pserta tes









C.     LATIHAN TES KELINCAHAN
1.      LARI BOLAK BALIK
lari_bolak_balik_latihan_kelenturan.jpg
Atlit berlari bolak-balik dari titik satu ke titik yang lainnya sebanyak 10 kali. Setiap kali hingga di titik satu atlit harus secepatnya  membalikkan diri untuk berlari ke titik yang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan lari bolak-balik adalah:
·                     Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh, sekitar 45 meter. Kalau jaraknya 10 meter atau lebih ada kemungkinan atlit tidak bisa lagi untuk lari dan membalikkan badannya dengan cepat alasannya yaitu kelelahan.
·                     Jumlah ulangan lari bolak-balik jangan terlalu banyak yang menyebabkan atlit kelelahan. Jumlah ulangan lari sanggup dikembangkan bertahap mengikuti perkembangan stamina atlit.
2.      LARI ZIG – ZAG
Lari_zig_zag_latihan_kelenturan.jpg
 Latihan ini hampir sama dengan lari bolak-balik., hanya saja dalam latihan ini atlet harus berlari melalui beberapa titik contohnya 10 titik.
3.      SQUAT TRUST
Squat_Trust_Burpee.jpg
                Cara melaksanakan latihan :
·                     Berdiri tegak.
·                     Kemudian jongkok, tangan di lantai
·                     Lempar kaki ke belakang sehingga seluruh tubuh lurus dalam perilaku push-up.
·                     Dengan kedua lengan tetap bersandar di lantai, lempar kedua kaki ke depan diantara kedua lengan.
·                     Luruskan seluruh tubuh (menghadap ke atas)
·                     Satu tangan lepaskan dari lantai dan segara balikkan tubuh hingga berada dalam perilaku push-up kembali.
·                     Keseluruh rangkaian gerakan ini dilakukan dengan cepat,kembali bangkit tegak




4.      LARI RINTANGAN (OBSTACLE RUN)
Lari_rintangan_Obstacle_Run_latihan_kelenturan.jpg
Latihan lari rintangan sanggup dilakukan dalam suatu ruangan atau lapangan dengan menempatkan beberapa rintangan. kiprah atlit yaitu berlari secepat melalui rintangan-rintangan tersebut, baik dengan cara melompati, menerobos, memanjat, dan sebagainya


















D.    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TES KELINCAHAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan seseorang adalah:
1.       Kecepatan reaksi dan kecepatan gerak yang baik.
2.       Kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan.
3.       Kelentukan sendi-sendi tubuh.
4.       Kemampuan menghentikan gerakan tubuh dengan cepat

Adapun menurut Dangsina Moeloek dan Arjadino Tjokro (1984 : 8-9) faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan adalah :

1. Tipe tubuh
Seperti telah dijelaskan dalam pengertian kelincahan bahwa gerakan-gerakan kelincahan menuntut terjadinya pengurangan dan pemacuan tubuh secara bergantian. Dimana momentum sama dengan massa dikalikan kecepatan. Dihubungkan dengan tipe tubuh, maka orang yang tergolong mesomorfi dan mesoektomorfi lebih tangkas dari sektomorf dan endomorf.

2. Usia
Kelincahan anak meningkat sampai kira-kira usia 12 tahun (memasuki
pertumbuhan cepat). Selama periode tersebut (3 tahun) kelincahan tidak meningkat, bahkan menurun. Setelah masa pertumbuhan berlalu, kelincahan meningkat lagi secara mantap sampai anak mencapai maturitas dan setelah itu menurun kembali.

3. Jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukkan kelincahan sedikit lebih baik dari pada anak
wanita sebelum mencapai usia pubertas. Setelah pubertas perbedaan tampak lebih mencolok.

4. Berat badan
Berat badan yang berlebihan secara langsung mengurangi kelincahan.

5. Kelelahan
Kelelahan mengurangi ketangkasan terutama karena menurunnya koordinasi. Sehubungan dengan hal itu penting untuk memelihara daya tahan kardiovaskuler dan otot agar kelelahan tidak mudah timbul.

Kelincahan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang terutama bagi atlet olahraga seperti olahraga bela diri, sepak bola, tenis meja, dan lain-lain. Bagi pemain sepak bola, kelincahan adalah satu hal yang mutlak diperlukan.Karena seorang pemain sepak bola harus mampu membawa atau menggiring bola dengan lincah agar tidak dapat direbut oleh lawan. Hal ini dapat dilakukan jika seorang pemberhenti secara mendadak ketika sedang berlari Pemain sepak bola itu memiliki kelincahan yang bagus sehingga dapat berhenti secara mendadak tanpa kehilangan keseimbangan.


Latihan kelincahan dapat diberikan mulai anak sejak dini, misalnya  berusia 3 – 13 tahun. Hal ini sesuai M. Sajoto (1988 : 55) bahwa anak berusia 3 – 13 tahun, menunjukkan peningkatan tiap tahunnya, dengan catatan anak laki-laki memperbaiki waktunya dengan rata-rata 0,5 detik tiap tahunnya. 








BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi atau bergerak di arena tertentu dalam waktu singkat. Kemampuan bergerak dengan gesit membutuhkan waktu. Oleh karena itu, daya tahan otot juga perlu turut dilatih. Latihan kelincahan (agility) dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Keragaman atau variasi gerakan dapat dilakukan sendiri. Beberapa bentuk latihan kelincahan yang mudah dilakukan sebagai berikut
B.     SARAN
             Untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang sangat bermafaat dan dapat membantu dalam memahami tentang apa itu tes kelincahan
  • Perlunya kita mengetahui apa saja tes tes yang dilakukan dalam mengukur tes kelincahan
  • Untuk mengoptimalkan kekuatan fisik serta kelincahan pada diri seseorang yg bermamfaat melatih kondisi fisik.






C.     BIODATA
1.      NAMA : SUDARMIN R
ASAL   : KABUPATEN TAKALAR
NIM :




2.      NAMA : ANDI MUSLIM MAULANA
ASAL  : KABUPATEN BULUKUMBA
NIM    : 1731042013



3.      NAMA: MUH.NUR ABRIANSYAH
ASAL : KABUPATEN SELAYAR
NIM    :


4.      NAMA : NURHIDAYAH MULIATI
ASAL             : KABUPATEN PALOPO
NIM    :






                                                                                                                                                             

D.    DAFTAR PUSTAKA