Rabu, 24 April 2019
TES DAN PENGUKURAN CABOR ATLETIK : LARI 100 METER
CABANG OLAHRAGA ATLETIK
LARI 100 METER

KELOMPOK 3
JURUSAN PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2019
A. Pengertian
Lari 100 Meter
Lari jarak pendek
(Sprint) adalah semua jenis lari yang menempuh jarak 400 m ke bawah (Tamsir
Riyadi, 1982 : 21), ahli lain menyebutkan bahwa lari jarak pendek sebagai salah
satu cabang lomba mencakup semua jarak hingga 400 m (Gerry A. Carr, 1997 : 13).
Adapun Aip Saripudin (1997) menjelaskan bahwa pengertian lari 100 meter adalah suatu lari dimana
si atlit menempuh suatu jarak dengan kecepatan maksimal
Pandangan tentang lari jarak pendek (sprin) dari beberapa
pakar di atas secara substansional memahami lari 100 meter sebagai suatu
aktivitas fisik (berlari) yang dilaksanakan dengan menggunakan kecepatan tinggi
tentu saja agar seorang atlit dapat berlari dengan kekuatan dan kecepatan yang
maksimal, atlit tersebut tidak bisa hanya mengandalkan bakat atau panjang
tungkai yang dimilikinya. Akan tetapi seorang atlit butuh waktu yang cukup
panjang untuk berkonsentrasi dan melatih diri. Dalam berlatih itupun seorang
atlit tidak bisa hanya berkonsentrasi pada satu jenis kondisi saja, akan tetapi
harus memperhatikan beberapa faktor yang memungkinkan kecepatan tersebut dapat
tercapai. Tamsir Riyadi (1982) dalam hal ini mengemukakan beberapa faktor
penting yang perlu mendapatkan perhatian untuk dilatih, sehingga natinya atlit
mampu berlari dengan kemampuan maksimal antara lain: speed (Kecepatan), Power
(Daya Ledak Otot), Strength (Kekuatan), Coordination (Koordinasi Gerakan),
Flexibility (Kelenturan), Agility (Kelincahan) dan stamina
B. Tujuan dan Manfaat Lari 100
meter
Seharian berkutat dengan
pekerjaan kantor akan membuat badan dan pikiran kita lelah. Belum lagi,
kurangnya suplai gizi dari makanan yang kita konsumsi sehari - hari. Fast food
pun jadi andalan bagi sebagian kaum urban untuk menolak lapar. Pizza, fried
chicken, spagetti dll pun tanpa disadari mengundang bahaya “kolesterol” dan
menumpuk di tubuh kita. Untuk menanggulanginya, kita bisa mulai melakukan pola
hidup sehat dengan mengontrol makanan yang kita konsumsi dan berolahraga.
Olaharga yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat adalah lari. Dengan hanya bermodal
handuk, sepatu lari, dan air mineral, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat
sekaligus bagi tubuh dan pikiran kita. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita
rasakan dengan olahraga lari 100 meter adalah :
1. Menurunkan
Berat Badan
Olahraga lari merupakan
salah satu cara instan dalam membakar kalori yang mengendap di dalam tubuh.
Mengapa? karena dengan olahraga lari tubuh kita “dipaksa” untuk membakar banyak
kalori. Indikatornya adalah banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain
itu, lari dapat membantu wanita untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tentunya
semua itu juga harus diimbangi dengan diet yang seha
2. Memperbaiki
kadar gula darah
Sangat dianjurkan bagi
pasien penderita diabetes karena dapat meningkatkan toleransi glukosa.
3. Baik untuk
jantung
Jantung anda akan tetap
sehat jika rutin melakukan olahraga lari. Selain itu lari juga membantu
memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
4. Mengurangi
Stres
Tentunya ini berlaku
jika anda berlari di luar ruangan, bukan di dalam ruangan / tempat fitness.
Dengan melihat pemandangan alam yang eksotis akan membuat perasaan bahagia dan
senang.
5. Membantu
Konsentrasi
Banyak yang meyakini
jika lari=meditasi karena anda akan dituntut berkonsentrasi pada jalan yg
sebelumnya telah dilewa
C. Teknik lari 100 meter
Semua orang yang dalam kondisi normal pasti
akan mampu berlari. Dengan demikian, lari sekilas nampak bukan sesuatu yang
sulit untuk dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini,
tentu akan mengerti bahwa lari dengan baik tidak semudah seperti yang biasa kita lakukan.
Di dalam olahraga lari, khususnya lari jarak
pendek, kita harus bisa mengetahui dengan baik teknik dalam berlari. Hal ini
bertujuan agar tenaga yang dihasilkan pada otot tungkai bisa optimal. Selain
itu, kita bisa menjaga keseimbangan dan juga meminimalisir hambatan angin yang
akan datang pada saat kita berlari. Namun yang paling utama adalah, dengan
mengetahui teknik berlari secara baik kita bisa mencegah cedera yang mungkin terjadi.
Didalam berlari ada tiga proses yang harus
diperhatikan. Ketiga proses tersebut adalah pada saat bersiap atau start,
teknik saat berlari dan yang terakhir adalah teknik pada saat kita memasuki
garis finis. Ketiganya harus bisa dilakukan secara tepat agar bisa meraih hasil
optimal ketika kita melakukan lari jarak pendek.
Secara lebih detail akan dijabarkan seperti
berikut ini.
1. Teknik Start
Pada saat start yang perlu diperhatikan adalah
posisi atlet di belakang garis start. Yang harus dilakukan adalah dengan
menempatkan badanpada papan tumpuan. Di sini, atlet lari harus dalam posisi
jongkok, dimana kedua lengan dalam posisi lurus yang vertikal. Sementara kedua
tangan ditumpukan pada bagian tanah yang sejajar dengan garis start.
Seorang wasit akan memberikan aba-aba sebelum
peserta berlari. Ketika wasit meneriakkan kata “Siap” pelari segera mengangkat
bagian panggul sedikit ke bagian atas. Pada posisi ini, bagian panggul akan
berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bahu serta kepala. Yang tidak
boleh dilupakan adalah, pada saat ini konsentrasi harus terpasang
penuh untuk mendengarkan aba-aba lanjutan dari wasit.
Dan ketika wasit sudah meneriakkan kata “Ya”
atau dengan menggunakan alat bantu seperti “pistol”, maka pelari harus langsung
menghentakkan bagian kaki yang berada di papan tolak. Pada saat ini, pelari
harus mampu menghasilkan gerakan eksplosif guna mendorong pelari agar bisa
mencapai garis finish secepat mungkin.
2. Teknik Berlari
Pada saat berlari, atlet harus memperhatikan
koordinasi ayunan lengandengan gerakan bagian
tungkai. Posisi lengan harus terayun dengan posisi ditekuk 90 derajat. Ayunan
harus mencapai bagian depan atau sedikit di bawah bagian dagu.
Sementara untuk tungkai diayunkan, harus
terayun dengan sempurna. Yaitu ayunan bagian terdepan diangkat hingga
bagian paha.
3. Teknik Masuk Finish
Posisi saat masuk finis akan memiliki peran
penting mengingat pada lari jarak pendek selisih antar pelari sangat tipis.
Ketika masuk finish, seorang pelari sebaiknya memosisikan diri dengan badan
yang sedikit tegak dan pada bagian dada dibusungkan. Hal ini sebagai cara agar
bagian tubuh pelari bisa lebih cepat terekam kamera di garis finish yang juga digunakan sebagai alat bantu
untuk menentukan pemenang lomba.
D. Tes Kecepatan Lari Sprint 100
Meter
Tes kecepatan lari sprint 100
meter diukur dengan menggunakan tes lari sejauh 100 meter. Adapun prosedur
pelaksanaan tes kecepatan lari sprint 100 meter adalah sebagai berikut :
a. Alat dan
perlengkapan :
1) stopwatch.
2) blangko dan
alat tulis.
3) lintasan lari.
b. Pelaksanaan
tes: teste coba berdiri dibelakang start, dengan sikap start jongkok.
Pada aba-aba “bersedia”, teste mulai menempatkan kakinya dibelakang garis start
dengan posisi yang tepat. Bila ada aba-aba “siap”, teste mulai mencondongkan
badannya kedepan sehingga berat badan berada di depan. Setelah terdengar bunyi
aba-aba “ya” maka teste berlari secepat mungkin sampai menempuh jarak sejauh
100 meter.
c. Penilaian: diambil waktu tempuh
terbaik dalam melakukan lari sejauh 100 meter. Hasil dari tes kecepatan lari sprint
100 meter dinyatakan dengan satuan detik (s).
Pada jarak 100 meter
ini diambil waktu tempuh dari beberapa jarak, yaitu pada jarak 30 meter dan 60
meter. Pada setiap jarak 30 meter dan 60 meter ini diberi pencatat waktu atau
timer. Pengambilan waktu pada jarak 30 meter dan 60 meter ini juga untuk
mengetahui apakah waktu reaksi, power tungkai, dan daya tahan kecepatan juga
memiliki hubungan dengan beberapa jarak tersebut. Adapun desain pengambilan
data tes kecepatan lari sprint 100 meter dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :

TES DAN PENGUKURAN KELOMPOK 3

KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Puji syukur penulis haturkan kehadirat
Allah SWT, karena berkat rahmat,taufik dan hidayahNyalah penulis masih
diberikan kesehatan maupun kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini, walaupun banyak halangan dan rintangan yang penulis hadapi,
Alhamdulillah penulis selalu tegar menghadapinya.
Tidak lupa penulis ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembuatan makalah ini. Penulis
sangat menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dari segi materi
kajian, pendekatan maupun cara penulisannya, untuk itu kritik dan saran sangat
penulis harapkan dari pembaca, agar kedepannya penulis dapat membuat makalah
sebaik mungkin.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca, teman-teman mahasiswa lainnya dan juga tentunya bermanfaat bagi
penulis sendiri.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
DAFTAR
ISI
SAMPUL
……………………………………………………………………….
KATAPENGANTAR
…………………………………………………………..
DAFTAR ISI
……………………………………………………………………
BAB I :
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ………………………………………………….
B. RUMUSAN
MASALAH ………………………………………...........
C. TUJUAN
……………………………………………………………….
D. MAMFAAT
……………………………………………………………
BAB II : PEMBAHASAN
A. DEFINISI
KELINCAHAN (AGILITY) ……………………………..
B. JENIS
– JENIS TES KELINCAHAN ……………………………….
C. LATIHAN
TES KELINCAHAN …………………………………….
D. FAKTOR
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TES KELINCAHAN
BAB
III : PENUTUP
A. KESIMPULAN
………………………………………………………
B. SARAN
………………………………………………………………
C. BIODATA
……………………………………………………………
D. DAFTAR
PUSTAKA ………………………………………………..
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kelincahan cukup penting dalam melakukan suatu aktivitas.
Semakin bertambah usia seseorang maka kemampuan psikomotornya akan semakin
menurun. Sebagai contoh orang yang sudah memasuki usia tua mengalami kesulitan
dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Aspek psikomotorik berkaitan dengan keterampilan motorik
yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi
antara syaraf dan otot. Tujuan yang berkaitan dengan psikomotorik berkaitan
dengan pencapaian keterampilan motorik (gerakan), memanipulasi benda atau objek
atau kegiatan-kegiatan yang memerlukan koordinasi otot-otot atau syaraf dan
anggota badan (Setyosari,2001).
Beberapa penelitian telah dilakukan di luar negeri untuk
meneliti pengaruh usia terhadap kemampuan psikomotor tangan pekerja. Penelitian
yang dilakukan oleh Arunkumar Pennathur, Luis Rene Contreras, Karina Arcaute,
Winifred Dowling mengenai kemampuan psikomotor tangan menunjukan bahwa pekerja
orang Mexico mempunyai kendala dalam melakukan aktivitas pekerjaannya, hal ini
karena seiring bertambahnya usia.
Hasil pengujian psikomotor dibagi menjadi 3, yaitu specific
responding, motor chaining, rule using. Dalam hal ini cleaning service lebih
cenderung kepada hasil specific responding dan motor chaining yang lebih
menekankan pada keterampilan yang bersifat tunggal dan gabungan dari dua
keterampilan dasar yaitu ketepatan dan ketelitian.Terkait dengan keterampilan
dasar.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja yg dilakukan dalam
melakukan tes kelincahan ?
2. Apa mamfaat dari tes kelincahan ?
3. Macam macam latihan yg dilakukan dalam
mengukur kelincahan?
C. TUJUAN
1. Untuk menjelaskan tentang definisi
kelincahan
2. Untuk menjelaskan hal hal yg
mempengaruhi tes kelincahan
3. Untuk mengetahui macam macam latihan
kelincahan
D. Mamfaat
1. Mengkoordinasikan gerakan gerakan
berganda
2. Mempermudah penguasaan teknik tinggi
3. Mempermudah orientasi terhadap lawan
dan lingkungan
BAB
II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
KELINCAHAN ( AGILITY )
Kelincahan berasal dari kata lincah. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (1993 : 525) lincah berarti selalu bergerak, tidak dapat diam,
tidak tenang, tidak tetap. Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) orang yang
lincah adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merubah arah dan posisi
tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan
keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya. Dan menurut Suharno HP (1983 :
28) mendefinisikan kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk merubah
posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Dengan demikian dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat
penulis simpulkan bahwa kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah
arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai
dengan situasi yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan
tubuhnya.
Kegunaan kelincahan sangat penting terutama olahraga beregu
dan memerlukan ketangkasan. Suharno HP (1985 :33) mengatakan kegunaan
kelincahan adalah untuk menkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau
stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, gerakan-gerakan efisien,
efektif dan ekonomis serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.
Kelincahan merupakan kemampuan
untuk mengubah arah secara cepat tanpa
menimbulkan gangguan pada keseimbangan. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan
jika ia dapat bergerak secara cepat sekaligus dapat mengubah arah secara cepat
pula tanpa terganggu keseimbangannya. Beberapa orang dapat bergerak secara
cepat tetapi mereka tidak dapat melakukan perubahan arah geraknya secara cepat,
yang demikian tidak dapat dikatakan bahwa orang tersebut lincah.
Kelincahan merupakan salah satu komponen Kebugaran Jasmani, Pengertian kebugaran jasmani sendiri adalah kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk melakukan kerja, aktifitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktifitas lainnya
Kelincahan merupakan salah satu komponen Kebugaran Jasmani, Pengertian kebugaran jasmani sendiri adalah kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk melakukan kerja, aktifitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktifitas lainnya
B. JENIS JENIS TES KELINCAHAN
SHUTTLE RUN TEST

Kelincahan merupakan kemampuan untuk
mengubah posisi tubuh atau gerakan tubuh dengan cepat ketika sedang bergarak
cepat tanpa kehilangan keseimbangan atau kesadaran orientasi terhadap posisi
tubuh.Dalam komponen kelincahan ini sudah termasuk unsur mengelak dengan
cepat,mengubah posisi tubuh dengan cepat,bergerak lalu berhenti dan di
lanjutkan dengan bergerak secepatnya .Kemampuan seperti ini memerlukan
koordinasi yang prima .Seorang atlet agar memiliki kelincahan ,yakni kemampuan
untuk bergerak secepatnya dari satu titik ketitik lainya,kemudian secara
tiba-tiba mengubah arah gerakan ,menghindari atau mengelilingi objek secepatnya
memerlukan kecepatan .Untuk meningkatkan komponen kelincahan ini,takaran
latihan tergantung tipe olahraga yang di gunakan dalam suatu suatu penelitian
TUJUAN :untuk mengukur kelincahan seseorang dalam mengubah arah
Fasilitas/alat :
a .Lintasan lari sepanjang 10 meter dengan kedua ujungnya di batasi oleh garis lurus ,lebar 1,2 m .Kedua ujung lintasandibuat setengah lingkaran dengan jari-jari 30 cm untuk tempat balok
b .Balok kayu dua buah dengan ukuran 5×5×5 cm
c .Stop watch
d .Blanko/kertas
e .Pinsil /pulpen
Petugas
a .Starter (pemberi tanda aba-aba start)
b .Beberapa orangpengambil waktu sesuai kebutuhan
c .Pengawas satu orang
d .Pencatat skor satu orang
Pelaksanaan : peserta tes berdiri di belakang garis start. Bersamaan aba- aba “ YA stop watch di jalankan peserta tes segera berlari menuju garis batas untuk mengambil dan memindahkanbalok pertama setengah lingkaran yang berada pada garis start
Penilaian : waktu terbaik dari dua kali kesempatan dicatat sebagai hasil akhir pserta tes
TUJUAN :untuk mengukur kelincahan seseorang dalam mengubah arah
Fasilitas/alat :
a .Lintasan lari sepanjang 10 meter dengan kedua ujungnya di batasi oleh garis lurus ,lebar 1,2 m .Kedua ujung lintasandibuat setengah lingkaran dengan jari-jari 30 cm untuk tempat balok
b .Balok kayu dua buah dengan ukuran 5×5×5 cm
c .Stop watch
d .Blanko/kertas
e .Pinsil /pulpen
Petugas
a .Starter (pemberi tanda aba-aba start)
b .Beberapa orangpengambil waktu sesuai kebutuhan
c .Pengawas satu orang
d .Pencatat skor satu orang
Pelaksanaan : peserta tes berdiri di belakang garis start. Bersamaan aba- aba “ YA stop watch di jalankan peserta tes segera berlari menuju garis batas untuk mengambil dan memindahkanbalok pertama setengah lingkaran yang berada pada garis start
Penilaian : waktu terbaik dari dua kali kesempatan dicatat sebagai hasil akhir pserta tes
C.
LATIHAN TES KELINCAHAN
1. LARI
BOLAK BALIK

Atlit
berlari bolak-balik dari titik satu ke titik yang lainnya sebanyak 10 kali.
Setiap kali hingga di titik satu atlit harus secepatnya membalikkan diri
untuk berlari ke titik yang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan
lari bolak-balik adalah:
·
Jarak
antara kedua titik jangan terlalu jauh, sekitar 45 meter. Kalau jaraknya 10
meter atau lebih ada kemungkinan atlit tidak bisa lagi untuk lari dan
membalikkan badannya dengan cepat alasannya yaitu kelelahan.
·
Jumlah
ulangan lari bolak-balik jangan terlalu banyak yang menyebabkan atlit
kelelahan. Jumlah ulangan lari sanggup dikembangkan bertahap mengikuti
perkembangan stamina atlit.
2. LARI ZIG – ZAG

Latihan ini hampir sama dengan lari bolak-balik., hanya
saja dalam latihan ini atlet harus berlari melalui beberapa titik contohnya 10
titik.
3. SQUAT
TRUST

Cara melaksanakan latihan :
·
Berdiri
tegak.
·
Kemudian
jongkok, tangan di lantai
·
Lempar
kaki ke belakang sehingga seluruh tubuh lurus dalam perilaku push-up.
·
Dengan
kedua lengan tetap bersandar di lantai, lempar kedua kaki ke depan diantara
kedua lengan.
·
Luruskan
seluruh tubuh (menghadap ke atas)
·
Satu
tangan lepaskan dari lantai dan segara balikkan tubuh hingga berada dalam
perilaku push-up kembali.
·
Keseluruh
rangkaian gerakan ini dilakukan dengan cepat,kembali bangkit tegak
4. LARI
RINTANGAN (OBSTACLE RUN)

Latihan lari rintangan sanggup dilakukan dalam suatu ruangan
atau lapangan dengan menempatkan beberapa rintangan. kiprah atlit yaitu berlari
secepat melalui rintangan-rintangan tersebut, baik dengan cara melompati,
menerobos, memanjat, dan sebagainya.
D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TES KELINCAHAN
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kelincahan seseorang adalah:
1. Kecepatan
reaksi dan kecepatan gerak yang baik.
2. Kemampuan
tubuh dalam mengatur keseimbangan.
3. Kelentukan
sendi-sendi tubuh.
4. Kemampuan
menghentikan gerakan tubuh dengan cepat
Adapun menurut Dangsina
Moeloek dan Arjadino Tjokro (1984 : 8-9) faktor-faktor yang mempengaruhi
kelincahan adalah :
1. Tipe tubuh
Seperti telah dijelaskan
dalam pengertian kelincahan bahwa gerakan-gerakan kelincahan menuntut
terjadinya pengurangan dan pemacuan tubuh secara bergantian. Dimana momentum
sama dengan massa dikalikan kecepatan. Dihubungkan dengan tipe tubuh, maka
orang yang tergolong mesomorfi dan mesoektomorfi lebih tangkas dari sektomorf
dan endomorf.
2. Usia
Kelincahan anak
meningkat sampai kira-kira usia 12 tahun (memasuki
pertumbuhan cepat).
Selama periode tersebut (3 tahun) kelincahan tidak meningkat, bahkan menurun.
Setelah masa pertumbuhan berlalu, kelincahan meningkat lagi secara mantap
sampai anak mencapai maturitas dan setelah itu menurun kembali.
3. Jenis kelamin
Anak laki-laki
menunjukkan kelincahan sedikit lebih baik dari pada anak
wanita sebelum mencapai
usia pubertas. Setelah pubertas perbedaan tampak lebih mencolok.
4. Berat badan
Berat badan yang
berlebihan secara langsung mengurangi kelincahan.
5. Kelelahan
Kelelahan mengurangi
ketangkasan terutama karena menurunnya koordinasi. Sehubungan dengan hal itu
penting untuk memelihara daya tahan kardiovaskuler dan otot agar kelelahan
tidak mudah timbul.
Kelincahan merupakan hal
yang sangat penting bagi seseorang terutama bagi atlet olahraga seperti
olahraga bela diri, sepak bola, tenis meja, dan lain-lain. Bagi pemain sepak
bola, kelincahan adalah satu hal yang mutlak diperlukan.Karena seorang pemain
sepak bola harus mampu membawa atau menggiring bola dengan lincah agar tidak
dapat direbut oleh lawan. Hal ini dapat dilakukan jika seorang pemberhenti
secara mendadak ketika sedang berlari Pemain sepak bola itu memiliki kelincahan
yang bagus sehingga dapat berhenti secara mendadak tanpa kehilangan
keseimbangan.
Latihan kelincahan dapat
diberikan mulai anak sejak dini, misalnya berusia 3 – 13 tahun. Hal ini
sesuai M. Sajoto (1988 : 55) bahwa anak berusia 3 – 13 tahun, menunjukkan
peningkatan tiap tahunnya, dengan catatan anak laki-laki memperbaiki waktunya
dengan rata-rata 0,5 detik tiap tahunnya.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi
atau bergerak di arena tertentu dalam waktu singkat. Kemampuan bergerak dengan
gesit membutuhkan waktu. Oleh karena itu, daya tahan otot juga perlu turut
dilatih. Latihan kelincahan (agility) dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.
Keragaman atau variasi gerakan dapat dilakukan sendiri. Beberapa bentuk latihan
kelincahan yang mudah dilakukan sebagai berikut
B. SARAN
Untuk pengembangan lebih lanjut
maka penulis memberikan saran yang sangat bermafaat dan dapat membantu dalam
memahami tentang apa itu tes kelincahan
- Perlunya kita mengetahui apa
saja tes tes yang dilakukan dalam mengukur tes kelincahan
- Untuk mengoptimalkan
kekuatan fisik serta kelincahan pada diri seseorang yg bermamfaat melatih
kondisi fisik.
C.
BIODATA
1.
NAMA : SUDARMIN R
ASAL :
KABUPATEN TAKALAR
NIM :
2.
NAMA : ANDI MUSLIM MAULANA
ASAL :
KABUPATEN BULUKUMBA
NIM :
1731042013
3.
NAMA: MUH.NUR ABRIANSYAH
ASAL : KABUPATEN SELAYAR
NIM :
4.
NAMA : NURHIDAYAH MULIATI
ASAL :
KABUPATEN PALOPO
NIM :
D. DAFTAR
PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)